Era Baru PNS: Berpacu Mutu dengan Tetap Nyaman dalam Bekerja

Berkontribusi dengan cara sederhana, namun nyata bagi anak muda adalah dengan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Tidak semua anak muda atau yang saat ini lazim disebut generasi milenial berpikir demikian. Menjadi PNS masih sering dikaitkan dengan cita-cita tahun 80-an, bahkan kerap kali dianggap pekerjaan bagi mereka yang mencari zona nyaman. Masihkah demikian?
Sebagai generasi yang lahir pada tahun 90-an dan saat ini baru saja tergabung sebagai ASN Pemerintah Kabupaten Sleman, saya merasa PNS banyak berbenah. Guna menyiapkan SDM untuk menghadapi revolusi industri 4.0, ASN diwajibkan aware terhadap teknologi. Pemerintah Kabupaten Sleman pun mewajibkan seluruh data PNS terdigitalisasi, sehingga dapat diakses kapanpun dimanapun. ASN diwajibkan memiliki wawasan global agar dapat menempatkan diri dalam menghadapi isu dunia. Oleh karena itu, ASN diberikan
kesempatan untuk mengembangkan diri, berinovasi dan mencetuskan ide-ide baru bagi institusi ataupun masyarakat.
PNS bukan lagi idealisme orangtua demi jaminan masa tua, tetapi PNS layak dijadikan profesi bagi anak muda yang memiliki integritas kerja. PNS masa kini dituntut untuk lebih disiplin karena selain bekerja di instansi, PNS juga menjadi contoh di masyarakat. Sebagai contoh, PNS dituntut untuk bekerja sesuai dengan jam kerja (datang dan pulang tepat waktu), tetapi tetap dapat berinteraksi dengan baik di masyarakat.
Seorang PNS menjadi sorotan publik. Sebagai pelayan masyarakat, PNS dituntut memiliki jiwa melayani (hospitality). Salah satu pelajaran yang saya dapatkan sebagai pegawai baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman adalah ‘melayani dengan senyum dan ramah’, serta memperhatikan tata krama setempat. Etika publik yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan dan ASN itu sendiri. Ramahnya pelayanan dan selesainya pekerjaan dengan baik membawa citra PNS dapat bekerja dengan santai tetapi tetap produktif, serta bermutu unggul.
ASN dilatih untuk memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Etos kerja pada hari pertama menjadi ‘pegawai anyaran’ akan menjadi nilai yang dibawa sampai masa purna tugas tiba. Bekerja sebagai PNS adalah cara saya berterima kasih kepada negara, bumi pertiwi tempat saya tumbuh. Jika ada yang tidak baik, maka itulah PR bagi anak muda yang konon kini memiliki idealisme cita-cita. Namun, budaya organisasi yang sudah baik juga perlu dilanjutkan. PNS dituntut untuk bisa bersaing dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan (competitive but stay in the comfort zone).
Anak muda, tetap harus berguru pada orang tua karena yang muda hanya berbekal idealisme, sedangkan yang tua mengantongi sejuta pengalaman. Oleh karena itu, sebagai proses transfer ilmu, latihan dasar (latsar) CPNS perlu segera dilaksanakan. Latsar sangat bermanfaat agar kami dapat segera mengubah pola perilaku dari yang dulunya mahasiswa atau pengangguran menjadi pelayan publik profesional.(/AYN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*