Halal Bihalal dan Pembinaan Pegawai BKPP Sleman

HBH BKPP 2018 ustadzSLEMAN – pada hari Selasa (26/06/18) pukul 12.30 s.d 14.00 WIB Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sleman menyelenggarakan acara Halal Bi Halal di Lantai II BKPP Sleman. Acara halal bi halal selain dihadiri oleh karyawan/wati BKPP juga dihadiri oleh beberapa mantan kepala BKPP yang saat ini telah memasuki masa purna tugas seperti Bpk. Setyobudi dan Bpk. Iswoyo. Acara diawali dengan jamuan makan siang lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan ceramah/siraman rohani.

Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Suyono, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para mantan kepala BKPP dan menyampaikan ungkapan penghargaan atas segala prestasi yang telah diraih BKPP Kabupaten Sleman selama masa kepemimpinan para mantan kepala BKPP terdahulu, seraya menyampaikan harapan agar dimasa kini dan mendatang dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi-prestasi tersebut. Suyono juga mengungkapkan bahwa tujuan diundangnya para mantan kepala BKPP tersebut adalah untuk terus menjalin dan mempererat silaturrahim serta memohon doa restu untuk pelaksanaan tugas ke depan.

Selanjutnya Bapak Setyobudi menyampaikan sambutan yang intinya mengungkapkan bahwa banyak urusan kepegawaian yang membutuhkan kecermatan, serta banyak hal-hal unik yang butuh penanganan khusus karena berkaitan dengan pengelolaan personal. Beliau juga berpesan agar pegawai BKPP senantiasa berpegang pada 3 hal, yaitu teguh dalam prinsip, lentur dalam implementasi, dan  selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik.

Bagian inti dari acara halal bihalal disampaikan oleh ustadz. H. Supriyanto, S.Ag., yang intinya mengingatkan bahwa “Bukanlah Ied itu bagi orang yang berpakaian baru, akan tetapi Ied itu adalah untuk orang yang taโ€™atnya dan taqwanya bertambah dan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan”. Dengan demikian orang-orang yang taโ€™at dan taqwanya bertambah, juga orang yang dapat menjauhi kemaksiatanlah dikategorikan sebagai orang-orang yang sukses dalam menjalani ibadah Romadhon. Beliau juga menjelaskan agar kita tidak menjadi orang yang bangkrut, yaitu orang yang waktu hidupnya banyak beribadah tetapi banyak merugikan/menyakiti orang lain. Ada 3 orang yang apabila kita sakiti maka Allah SWT akan menyengsarakan kita di dunia dan menyiksa kita dia akhirat, yaitu : ibu, bapak, dan suami/istri. Maka kita dianjurkan untuk senantiasa berbuat baik kepada mereka dan tidak menyakiti hatinya.

Acara diakhiri dengan doa penutup dan salam-salaman sebagai wujud dari filosofi saling memaafkan dengan harapan ada peningkatan amal perbuatan untuk hijrah kepada yang lebih baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*