Lingkup Perencanaan dan Evaluasi Program/Kegiatan

LINGKUP PERENCANAAN DAN EVALUASI PROGRAM/KEGIATAN

Oleh : Yuni Prasetyo Budi Ilmawan, S.IP, M.Sc, M.Ec.Dev

 

Suatu organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan organisasi menunjukkan hasil kerja/prestasi organisasi dan menunjukkan kinerja organisasi. Hasil kerja ini diperoleh dari serangkaian aktivitas yang berupa pengelolaan sumberdaya organisasi maupun proses pelaksanaan kerja.  Untuk menjamin agar  aktivitas tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan, diperlukan upaya manajemen dalam pelaksanaan aktivitasnya. Proses manajemen sendiri diawali oleh perencanaan dan diakhiri oleh evaluasi.

Kegiatan perencanaan dan evaluasi di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sleman dilaksanakan oleh Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi Sekretariat Badan Kepegawaian Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 52 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Sleman Nomor 38 Tahun 2009 tentang Uraian tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Daerah. Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan urusan perencanaan dan evaluasi, Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai fungsi utama menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis urusan perencanaan dan evaluasi, mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja, dan menyelenggarakan evaluasi dan pelaporan.

Ruang lingkup ketugasan perencanaan meliputi penyusunan rencana strategis (RENSTRA) dan penyusunan rencana kerja (RENJA) SKPD sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. RENSTRA SKPD merupakan dokumen perencanaan kerja SKPD untuk periode 5 (lima) tahunan. SKPD menyusun rancangan RENSTRA dengan mengacu pada rancangan awal RPJMD. Selanjutnya rancangan renstra SKPD digunakan oleh Bappeda sebagai masukan untuk menyempurnakan rancangan awal RPJMD menjadi rancangan akhir RPJMD. Renstra SKPD  ditetapkan oleh Kepala SKPD. Renstra SKPD yang sudah ditetapkan oleh Kepala SKPD selanjutnya dijabarkan dalam program kegiatan tahunan yang tertuang dalam RENJA SKPD sebagai dokumen perencanaan kerja SKPD untuk periode 1 (satu) tahunan. Renstra BKD yang dilaksanakan saat ini adalah renstra 2011-2015.

Penentuan capaian RENSTRA diwujudkan dalam indikator-indikator capaian kinerja tahunan yang tercantum dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT). RKT berisikan target tahapan rencana capaian renstra untuk tiap tahun sampai dengan tahun kelima rencana capaian RENSTRA. Capaian dalam RKT merupakan capaian yang diperoleh dari serangkaian program dan kegiatan yang tertuang dalam RENJA guna mendukung capaian masing-masing indikator dalam RKT. Badan Kepegawaian Daerah memiliki 6 (enam) sasaran strategis renstra yang diukur dengan 9 (sembilan) indikator kinerja.

Sebagai bentuk akuntabilitas capaian kinerja tahunan RENSTRA, diwujudkan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).   LAKIP SKPD merupakan salah satu alat untuk menilai kualitas kinerja SKPD. Oleh karena itu dalam penyusunan LAKIP harus terdapat konsistensi antara Renstra, RKT, Penetapan Kinerja, dan LAKIP itu sendiri. LAKIP merupakan dokumen laporan kinerja bukan merupakan laporan pelaksanaan kegiatan.

Adapun RENJA SKPD berisikan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh SKPD dalam 1 (satu) tahun. RENJA SKPD disusun dengan mengacu pada rancangan awal RKPD. Dalam tahun 2014, BKD melaksanakan 4 (empat) urusan wajib, 12 (dua belas) program, dan 58 (lima puluh delapan) kegiatan. Bentuk pelaporan pelaksanaan RENJA SKPD ada pada laporan dari masing-masing kegiatan yang dilaksanakan.

Secara sederhana ruang lingkup ketugasan perencanaan dan evaluasi dapat dilihat dalam diagram berikut ini:

gbr lingkup perencanaan

Ruang lingkup perencanaan dan evaluasi berada dalam area yang dilingkari.  Diawali dengan penyusunan Renstra yang bermuara di LAKIP kemudian menyusun Renja serta menyusun RKA dan DPA. Khusus untuk RKA dan DPA berada pada 2 (dua) sisi yaitu sisi perencanaan dan sisi keuangan. Sisi perencanaan karena RKA dan DPA disusun diawal tahun anggaran sebagai salah satu pedoman pelaksanaan kegiatan sedangkan sisi keuangan berada pada area pertanggungjawaban penggunaan keuangannya. Secara administratif, lingkup perencanaan dan evaluasi dapat dibagi dalam 2 (dua) dokumen yaitu dokumen perencanaan dan dokumen evaluasi. Dokumen perencanaan terdiri dari RENSTRA, RENJA, Penatapan Kinerja, RKT dan RKA/DPA, sedangkan dokumen evaluasi meliputi realisasi fisik dan keuangan, laporan pelaksanaan kegiatan bulanan, evaluasi RENJA, LPPD, dan LAKIP.

Terdapat ungkapan sederhana bahwa kalau kita gagal di perencanaan, maka kita sudah merencanakan untuk gagal. Ungkapan sederhana itu mengingatkan kita bahwa ketidakberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan, apabila dirunut, maka bersumber dari perencanaan kegiatan yang kurang matang. Sebaliknya kegiatan bias berjalan lancar dan sesuai target yang diharapkan, sebagian besar karena telah direncanakan dengan matang. Teori manajemen disamping menempatkan perencanaan diawal kegiatan, juga menjadikan perencanaan sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan, hal ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan.

Meski demikian, perencanaan bukan merupakan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Perencanaan yang baik tidaklah berarti tanpa didukung kedisiplinan dalam pelaksanaannya. Untuk menjamin kedisiplinan pelaksanaan perencanaan, maka harus dilakukan evaluasi. Evaluasi tidak semata-mata dilakukan di akhir kegiatan, namun bisa juga dilaksanakan dalam setiap tahapan kegiatan (on going evaluation). Oleh karena itu antara perencanaan dan evaluasi merupkan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Sub Bag Perencanaan dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya juga menerapkan prinsip-prinsip diatas, sehingga diharapkan tercipta grafik pelaksanaan kegiatan yang senantiasa meningkat dan mendukung peningkatan kinerja SKPD.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*