Masa Pensiun, Wujud Keberhasilan Pengabdian Pada Negara

SLEMAN- “Keberhasilan Bapak / Ibu dalam menyelesai­kan tugas dan tanggungjawab sebagai PNS, merupakan rangkaian proses kehidupan yang cukup panjang dan penuh dinamika. Tidak semua PNS berhasil melewati perjalanan sampai masa pensiun seperti Bapak/Ibu. Cukup banyak PNS yang mengajukan pensiun dini karena sakit atau alasan lain. Tidak sedikit pula PNS yang karena melakukan pelanggaran berat akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat. Purna tugas bagi PNS bukanlah akhir dari suatu pengabdian, melainkan merupakan wujud keberhasilan dari pengabdian Bapak/Ibu selama melaksanakan amanah sebagai abdi negara dan masyarakat.” Demikian antara lain Sambutan Bupati Sleman pada acara penyerahan  SK pensiun PNS  calon purna tugas  1 Juli 2016   s.d. 1 Desember 2016 kepada 266 orang PNS calon purna tugas yang berlangsung di Pendopo Parasamya Beran Sleman, Hari Selasa, 31 Mei  2016.

Lebih lanjut Sri Purnomo menyampaikan pesan bahwa masa pensiun adalah kesempatan yang bagus untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Oleh karena itu waktu yang lapang di masa pensiun sebaiknya banyak diisi dengan meningkatkan amal ibadah kita kepada Tuhan. Selain itu masa pensiun menjadi kesempatan bagi Bapak/Ibu yang memiliki hobi untuk menikmati dan mengembangkan hobinya. Banyak hobi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha yang dapat memberikan kita penghasilan tambahan. Dan tidak kalah pentingnya, saya ingin mengingatkan kepada Bapak/Ibu sekalian untuk dapat terus menjaga kesehatan, budayakan menjalankan olah raga secara teratur, semoga dengan demikian bapak/ibu sekalian dapat menikmati dan menjalani masa pensiun dengan fisik yang bugar dan produktif.

Masa purna tugas atau pensiun sebenarnya merupakan masa perpindahan dari satu rutinitas di suatu instansi dengan rutinitas di rumah dan masyarakat. Oleh karenanya pensiun hendaknya dimaknai sebagai suatu awal untuk mengabdi pada masyarakat dengan waktu yang lebih lama, sebab masyarakat masih membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dalam bidang pemerintahan. Berkenaan dengan hal tersebut saya berharap pengalaman bapak ibu sekalian  dapat menjadi modal untuk berkarya di tengah masyarakat

Lebih lanjut  Sri Purnomo  menyampaikan terima kasih  kepada para calon purna tugas atas  dedikasi dan pengabdiannya selama ini kepada Pemkab Sleman. Hasil kerja Bapak/Ibu menjadi “tinggalan” yang baik bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk  dilanjutkan generasi berikutnya untuk dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi. 

Bupati menyampaikan resep “TOKCER” agar setelah purna tugas senantiasa sehat dan panjang umur. Makna kalimat tersebut adalah Tua (menyadari kondisi usia), Optimis, Komunikasi, Ceria, Ekonomi (penataan manajemen), Religius. Pada prinsipnya meskipun Saudara telah purna tugas bukan berarti saudara berhenti berkarya, purna tugas bukan berarti purna karya”. Demikian Pesan Bupati Sleman.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Pejabat dari Kantor Regional I BKN yang diwakili oleh Kepala Bidang Pensiun Bp. Sudiyono, S.IP, MM. Dalam sambutannya Ka. Kanreg I BKN berpesan agar Calon Purna Tugas tetap melaksanakan tugas sampai “injury time” kecuali bila mengambil cuti atau Bebas tugas. Nikmati masa-masa tua dengan “happy ending”, Karena masa-masa pensiun penghasilan tentu berkurang, karena itu kita harus pandai-pandai dalam memenej waktu dan memenej keuangan. Terakhir Kanreg I BKN berpesan agar SK yang telah diterima dicermati lagi, apabila ada data yang tidak sesuai  segera dilakukan pembetulan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*