Penjelasan Pemberkasan CPNS Honorer Kategori 2

 

SLEMAN- โ€œBapak  serta Ibu semua harus tetap berlaku jujur, tidak memalsukan data serta dokumen, karena tidak saja akan berakibat sanksi administrasi namun juga bisa kena sanksi pidana bila Bapak Ibu melakukan kecurangan  dalam pemberkasan CPNS iniโ€, demikian antara lain pengarahan yang di sampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sleman pada acara Penjelasan Pemberkasan CPNS Honorer Kategori 2  yang dinyatakan lolos seleksi CPNS pada hari ini Selasa, 11 Maret 2014  yang bertempat di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman.

Penjelasan pemberkasan CPNS tersebut juga dihadiri oleh  SKPD  terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman, juga SKPD lain yang terdapat tenaga honorer K2 yang dinyatakan lolos seleksi CPNS. Tenaga Honorer K2 tersebut terdiri dari 446 Tenaga Pendidik dan Kependidikan, 9 Tenaga Kesehatan, serta 8 orang tenaga teknis/ administratif.

Rencananya penjelasan pemberkasan tersebut akan diikuti oleh 463 orang Tenaga Honorer K2, yang di selenggarakan selama 2 hari  yang dibagi dalam 5 angkatan.  Angkatan I, nomor urut 1-92, Angkatan II nomor urut 93-184, Angkatan III nomor urut 185-276, Angkatan IV nomor urut 277-368, Angkatan V nomor urut 369-463. Hari Pertama,  diikuti 3 angkatan, sedangkan hari kedua diikuti 2 angkatan.

Lebih lanjut Bapak Kepala BKD Kabupaten Sleman menyampaikan, bahwa pengawasan tidak saja dilakukan oleh masyarakat sekitar, namun juga oleh sesama teman honorer K2 itu sendiri yang tidak lolos, boleh jadi mereka akan mengadukan pemalsuan dan kecurangan tersebut ke BKD.

โ€œSebelum Saudara melanjutkan pemberkasan, anda harus ingat bahwa menjadi CPNS akan terikat oleh banyak aturan, diantaranya harus jujur, disiplin, dan tidak melakukan 5 M (Main, Madon, Minum, Maling, Madat).  Selain itu juga harus tunduk pada aturan-aturan kepegawaian lainnya.

Pemberkasan Honorer K2  yang dinyatakan lolos seleksi CPNS ini juga tidak lepas dari  landasan pokok untuk dapat diangkat sebagai CPNS, yakni berdasar pada PP Nomor 56 Tahun 2012 dan Peraturan Kepala BKN Nomor 9 Tahun 2012  diantaranya:

    • Usia paling tinggi 46 tahun  dan terrendah 19 tahun  pada 1 Januari 2006
    • Memiliki masa kerja sebagai tenaga honorer minimal 1 tahun pada  tanggal 31-12-2005
    • Penghasilan tidak dibiayai APBD/ APBN
    • Bekerja pada Instansi Pemerintah
    • Dinyatakan lulus seleksi Tes Kompetensi Dasar  (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Terakhir  kepala BKD mengharapkan agar para tenaga honorer K2 yang akan melakukan pemberkasan, hendaknya benar-benar  dapat melengkapi syarat  sehingga dapat diangkat semuanya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*